Home
Posts filed under Project Management
Showing posts with label Project Management. Show all posts
Showing posts with label Project Management. Show all posts
Wednesday, October 26, 2016
Managing People (Manajemen Orang-Orang)
Penting bahwa manajer proyek perangkat lunak memahami masalah teknis yang mempengaruhi pekerjaan pengembangan perangkat lunak. Manajer perangkat lunak sering memiliki keterampilan teknis yang kuat, tetapi mungkin tidak memiliki keterampilan lebih yang memungkinkan mereka untuk memotivasi dan memimpin tim pengembangan proyek. Sebagai manajer proyek, kita harus menyadari potensi masalah manajemen orang dan harus mencoba untuk mengembangkan keterampilan manajemen orang. Ada 4 faktor dalam memanajemen orang :
1. Memperlakukan dengan cara yang sebanding orang yang memilki konsistensi tinggi dalam tim proyek.
2. Menghormati perbedaan orang yang memiliki keterampilan dan manajemen yang berbeda beda. semua tim harus diberikan kesempatan untuk membuat kontribusi.
3. Membuat orang berkontribusi secara efektif dan merasa bahwa diri mereka merasa sangat diperlukan.
4. kejujuran sebagai manajer, kita harus selalu jujur dalam tingkat pengetahuan teknis.
Manajemen orang-orang menurut pandangan saya adalah berdasarkan pengalaman tidak dari buku.
Tuesday, October 25, 2016
Manajemen Resiko
Video Persentasi
Chapter 22
Manajemen Proyek "Menejemen Resiko"
Menejemen proyek merupakan bagian penting dalam sebuah proyek perangkat lunak, ketika sebuah proyek perangkat lunak di manajemen dengan baik belum tentu produk yang di hasilkan akan berkualitas baik tetapi jika tidak di manajemen dengan baik maka dapat di pastikan produk yang di hasilkan tidak akan berkualitas atau gagal memenuhi kebutuhan klien. Manajemen proyek sendiri di tanggung jawab kan pada seorang menejer proyek yang bertugas memastikan semua proses dalam pembuatan perangkat lunak serta mengatasi kendala kendala yang akan di hadapi dalam pembuatan perangkat lunak. Manajer proyek memiliki tanggung jawab lain di beberapa tahapan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak di antara nya :
* Perencanaan Proyek
* Pelaporan Proyek
* Manajemen Resiko
* Manajemen Tim
* Penulisan Proposal
Pada beberapa tahapan yang di tanggung jawabi oleh menejer proyek saya akan lebih mendalami tentang salah satu nya yaitu "Manajemen Resiko"
Manajemen resiko merupakan salah satu tanggung jawab dari seorang menejer proyek dimana seorang menejer proyek di haruskan dapat mengantisipasi kendala yang akan mencul dalam suatu pembuatan proyek perangkat lunak agar kualitas dari produk yang di hasilkan. Resiko yang di hadapi oleh tim pembuat perangkat lunak ada 3 kategori di antara nya :
*Resiko dari proyek itu sendiri
*Resiko dari produk yang dihasilkan
*Resiko dari bisnis yang di jalankan
Manajemen resiko sendiri terdiri dari beberapa bagian di antara nya :
~ Identifikasi Resiko
Resiko yang terdapat dalam sebuah proses pembuatan perangkat lunak harus di kenali agar untuk tidak lanjut nya mudah untuk di rencanakan. Ada 6 resiko yang mungkin terjadi di antara nya : resiko dari teknologi yang di gunakan, resiko dari individu dalam tim, resiko dari organisasi atau tim itu sendiri, resiko dari alat yang di gunakan, resiko dari kebutuhan yang di harapkan klien, dan resiko dari estimasi penjadwalan.
~ Analisis Resiko
Setelah di identifikasi kemudian resiko tersebut di analisi oleh menejer proyek untuk membuat penilaian apakah resiko yang di hadapi dapat mengganggu proses pembuatan proyek perangkat lunak itu sendiri.
~ Tindaklanjut terhadap Resiko
Setelah perhitungan terhadap resiko yang di hadapi selesai maka dapat di lakukan tindak lanjut terhadap resiko tersebut. Ada beberapa strategi untuk menindaklanjuti resiko yaitu : strategi menghindari resiko, strategi mengurangi resiko, dan rencana cadangan.
~ Monitoring Resiko
Setelah penindaklanjutan dilakukan maka untuk memastikan semua proses dalam pembuatan perangkat lunak berjalan dengan lancar maka manajer proyek harus melakukan monitoring atau pengawasan agar produk yang di hasilkan berkualitas serta sesuai dengan keinginan dari klien.
Sumber : Software Engineering 9th Edition (Ian Sommerville)
Sunday, October 23, 2016
Pentingnya Teamwork dalam membangun Project Management
Apa itu Teamwork ?
dari kutipan diatas dapat kita ketahui beberapa hal, yaitu suatu individu apa bila bersatu untuk mencapai suatu tujuan, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka, karena dengan bersama akan jadi lebih hebat dan tak terkalah. Nah itulah makna dari sebuah "Teamwork". Jadi dapat disimpulkan bahwa teamwork bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Seperti Apa Teamwork dalam membangun Project Management?
Kebanyakan perangkat lunak profesional yang dikembangkan oleh tim proyek tersebut berkisar dalam ukuran dua sampai beberapa ratus orang. Namun, karena jelas tidak mungkin bagi setiap orang dalam sebuah grup besar untuk bekerja sama dalam satu masalah, tim besar biasanya dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengembangkan bagian dari sistem secara keseluruhan. Sebagai aturan umum, kelompok proyek rekayasa perangkat lunak tidak boleh memiliki lebih dari 10 anggota. Ketika kelompok-kelompok kecil yang digunakan, masalah komunikasi akan berkurang. Semua orang tahu setiap orang dan seluruh kelompok bisa mendapatkan sekitar meja untuk pertemuan untuk membahas proyek dan perangkat lunak yang mereka kembangkan. Sebuah kelompok yang baik adalah kompak dan memiliki semangat tim. Orang-orang yang terlibat termotivasi oleh keberhasilan kelompok maupun oleh tujuan pribadi mereka sendiri.
Apa manfaat membuat Group Kohesif ?
Manfaat membuat grup kohesif adalah:
Baik atau tidak satu kelompok efektif ini tergantung, sampai batas tertentu, pada jenis proyek dan organisasi yang melakukan pekerjaan. Jika sebuah organisasi dalam keadaan kekacauan dengan reorganisasi konstan dan ketidakamanan kerja, sangat sulit bagi anggota tim untuk fokus pada pengembangan perangkat lunak. Namun, terlepas dari proyek dan masalah organisasi.
ada tiga faktor umum yang mempengaruhi tim kerja:
“ Kau yang disana yang berjiwa lemah, mendekat padaku
dan raih tanganku karena kudisini pantang menyerah. Bersatu kita kuat, bersama
kita hebat dan tak terkalahkan “
( Bondan Prakoso & Fade 2 Black )
dari kutipan diatas dapat kita ketahui beberapa hal, yaitu suatu individu apa bila bersatu untuk mencapai suatu tujuan, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi mereka, karena dengan bersama akan jadi lebih hebat dan tak terkalah. Nah itulah makna dari sebuah "Teamwork". Jadi dapat disimpulkan bahwa teamwork bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai misi yang sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Seperti Apa Teamwork dalam membangun Project Management?
Kebanyakan perangkat lunak profesional yang dikembangkan oleh tim proyek tersebut berkisar dalam ukuran dua sampai beberapa ratus orang. Namun, karena jelas tidak mungkin bagi setiap orang dalam sebuah grup besar untuk bekerja sama dalam satu masalah, tim besar biasanya dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mengembangkan bagian dari sistem secara keseluruhan. Sebagai aturan umum, kelompok proyek rekayasa perangkat lunak tidak boleh memiliki lebih dari 10 anggota. Ketika kelompok-kelompok kecil yang digunakan, masalah komunikasi akan berkurang. Semua orang tahu setiap orang dan seluruh kelompok bisa mendapatkan sekitar meja untuk pertemuan untuk membahas proyek dan perangkat lunak yang mereka kembangkan. Sebuah kelompok yang baik adalah kompak dan memiliki semangat tim. Orang-orang yang terlibat termotivasi oleh keberhasilan kelompok maupun oleh tujuan pribadi mereka sendiri.
Apa manfaat membuat Group Kohesif ?
Manfaat membuat grup kohesif adalah:
- kelompok dapat menetapkan standar kualitas tersendiri. Karena standar ini areestablished dengan konsensus, mereka lebih mungkin untuk diamati dari standar eksternal yang dikenakan pada kelompok.
- Individu belajar dari dan mendukung satu sama lain. Orang dalam kelompok saling belajar. Hambatan yang disebabkan oleh ketidaktahuan diminimalkan sebagai saling belajar didorong.
- Pengetahuan digunakan bersama. Kontinuitas dapat dipertahankan jika anggota kelompok meninggalkan. Orang lain dalam kelompok dapat mengambil alih tugas-tugas penting dan memastikan bahwa proyek ini tidak terlalu terganggu.
- Merefraktorisasi dan perbaikan terus-menerus sangat dianjurkan. anggota kelompok bekerja secara kolektif untuk memberikan hasil yang berkualitas tinggi dan memperbaiki masalah, terlepas dari individu yang awalnya dibuat desain atau program.
Baik atau tidak satu kelompok efektif ini tergantung, sampai batas tertentu, pada jenis proyek dan organisasi yang melakukan pekerjaan. Jika sebuah organisasi dalam keadaan kekacauan dengan reorganisasi konstan dan ketidakamanan kerja, sangat sulit bagi anggota tim untuk fokus pada pengembangan perangkat lunak. Namun, terlepas dari proyek dan masalah organisasi.
ada tiga faktor umum yang mempengaruhi tim kerja:
- Orang-orang dalam kelompok. Anda perlu campuran orang dalam kelompok proyek pengembangan perangkat lunak melibatkan kegiatan beragam seperti negosiasi dengan klien, pemrograman, pengujian, dan dokumentasi.
- Kelompok organisasi. Sebuah kelompok harus diatur sehingga individu dapat berkontribusi untuk yang terbaik dari kemampuan dan tugas mereka dapat diselesaikan seperti yang diharapkan.
- Teknis dan manajerial komunikasi. komunikasi yang baik antara anggota kelompok, dan antara tim rekayasa perangkat lunak dan stakeholder proyek lainnya, adalah penting.
Subscribe to:
Posts (Atom)


